Rumus correlation Excel menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari oleh pengguna Excel, terutama mereka yang ingin melakukan analisis data secara cepat dan akurat.
Korelasi merupakan alat statistik penting untuk melihat hubungan antara dua variabel, dan Excel menyediakan fungsi sederhana namun kuat untuk menghitungnya.
Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian korelasi, cara menggunakan rumusnya di Excel, serta tips agar hasil analisismu semakin optimal.
Apa yang Dimaksud Dengan Rumus Correlation di Excel?

Rumus correlation di Excel digunakan untuk menghitung tingkat hubungan antara dua variabel. Dalam ilmu statistik, hubungan ini disebut korelasi, yang menunjukkan seberapa kuat dua data saling terpengaruh.
Excel menyediakan fungsi bawaan CORREL() yang dapat digunakan untuk menghitung nilai korelasi secara cepat dan akurat.
Nilai korelasi berkisar antara -1 hingga 1:
- 1 berarti hubungan sempurna dan searah.
- -1 berarti hubungan sempurna namun berlawanan arah.
- 0 berarti tidak ada hubungan antara kedua variabel.
Kekuatan dan arah hubungan inilah yang membuat analisis data, peneliti, guru, hingga pelaku bisnis sering menggunakan fungsi korelasi dalam pekerjaan mereka.
Fungsi CORREL() dan Sintaksnya
Rumus satu ini memiliki fungsi yang bisa menunjang pekerjaan Anda sehari-hari. Oleh karena itu, Anda perlu mempelajarinya.
Sintaks Rumus CORREL
Rumus CORREL di Excel memiliki struktur yang sangat sederhana yaitu =CORREL(array1, array2). Kedua data harus memiliki panjang yang sama agar Excel dapat membandingkannya satu per satu.
- Array1; rangkaian data pertama.
- Array 2; ragkaian data kedua.
Kapan Rumus Ini Digunakan?
Rumus ini sering dipakai dalam beberapa situasi. Oleh karena itu, berikut di antaranya:
- Menganalisis hubungan antara jumlah iklan dan peningkatan penjualan
- Meneliti hubungan antara nilai ujian dan jumlah jam belajar
- Mengecek hubungan antara performa karyawan dan masa kerja
- Menguji hipotesis penelitian di bidang akademik
Contoh Penggunaan Rumus Correlation Excel
Untuk mempermudah Anda dalam mempelajari penggunaan rumus ini, ada beberapa contoh yang bisa dipelajari. Berikut, di antaranya:
Contoh Data
Misalkan Anda mempunyai data jam belajar dan juga nilai ujian berikut ini:
|
Jam Belajar |
Nilai Ujian |
|
2 |
65 |
|
3 |
70 |
|
4 |
78 |
|
5 |
85 |
| 6 |
90 |
Cara Menghitung Korelasi
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memasukkan data ke dalam dua kolom Excel. Kemudian Anda bisa menggunakan rumus =CORREL(A2:A6, B2:B6).
Jika hasilnya menunjukkan nilai mendekati 1, berarti jam belajar memiliki pengaruh kuat dan searah terhadap nilai ujian. Dengan kata lain, semakin lama belajar, semakin tinggi nilai ujian.
Mengapa Rumus Korelasi Penting Dalam Analisis Data?

Rumus korelasi terbilang sangat penting dalam analisis data, hal tersebut juga ada alasannya. Berikut, di antaranya:
Membantu Pengambilan Keputusan
Dalam dunia kerja, pengambilan keputusan sering membutuhkan data pendukung. Dengan korelasi, Anda dapat melihat pola hubungan yang mungkin tidak tampak secara kasat mata. Misalnya, berikut ini:
- Apakah biaya iklan benar-benar berdampak pada peningkatan penjualan?
- Apakah jam lembur mempengaruhi produktivitas atau malah menurunkannya?
- Apakah harga mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan?
Mendeteksi Pola Lebih Cepat
Korelasi sering menjadi langkah awal sebelum membuat model analisis yang lebih kompleks, seperti regresi. Dengan mengetahui bahwa dua variabel memiliki hubungan kuat, langkah analisis selanjutnya menjadi lebih terarah.
Tips Menggunakan Rumus Correlation Excel Secara Akurat
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam menggunakan rumus tersebut, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan. Apa saja?
Pastikan Data Tidak Mengandung Error
Hindari sel kosong, teks, atau nilai error (#N/A, #DIV/0!, dan sebagainya) karena dapat menyebabkan rumus CORREL menghasilkan hasil yang salah.
Gunakan Data yang Sudah Dinormalisasi
Jika dua set data menggunakan skala berbeda jauh, pertimbangkan untuk melakukan normalisasi terlebih dahulu agar hasil lebih representatif.
Visualisasikan dengan Scatter Plot
Grafik scatter dapat membantu Anda melihat hubungan antar variabel secara visual. Dengan menambahkan garis tren (trendline), pola korelasi biasanya semakin jelas.
Gunakan Data yang Cukup
Semakin banyak data yang dianalisis, semakin akurat hasil korelasi. Hindari menggunakan data yang terlalu sedikit karena bisa menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Baca Juga:
- Rumus CONCATENATE Excel: Gabungkan Teks Tanpa Ribet
- Bingung Cari Nilai Terendah? Pakai Rumus Minimum Excel!
- Bingung Cara Mengurutkan Nomor di Excel? Begini Triknya!
Kesalahan Umum Saat Menggunakan Korelasi
Terkadang, masih banyak juga orang yang melakukan kesalahan dalam menggunakan rumus korelasi ini. Apa saja kesalahannya?
Korelasi Tidak Sama Dengan Sebab Akibat
Banyak orang salah mengartikan korelasi sebagai hubungan sebab-akibat (causation). Padahal, korelasi hanya menunjukkan bahwa dua variabel bergerak bersama, tanpa memastikan bahwa satu menyebabkan yang lainnya berubah.
Mengabaikan Outlier
Outlier atau data yang terlalu ekstrem dapat mengacaukan hasil korelasi. Selalu cek apakah data tersebut valid atau perlu dihilangkan.
Penutup
Jika Anda ingin mempelajari Excel secara lebih mendalam, termasuk penggunaan rumus-rumus analisis data seperti rumus correlation excel, mengikuti pelatihan yang tepat akan mempercepat proses belajar Anda.
Salah satu tempat belajar Excel yang terstruktur dan mudah diikuti adalah pelatihankomputer.com, yang menyediakan beragam kelas mulai dari tingkat dasar hingga mahir.
Dengan memahami cara kerja rumus korelasi, Anda dapat menganalisis data secara lebih profesional dan akurat. Mulailah menerapkan rumus correlation Excel dalam pekerjaan Anda dan rasakan manfaatnya dalam pengambilan keputusan berbasis data. Jadi, langsung saja kunjungi website pelatihankomputer.com dan ikuti kursus komputer untuk hasil optimal!